Minggu, 24 Oktober 2010

Cara Saya Menyajikan Kopi di Desa

Seperti kebanyakan orang, ketika lebaran datang, saya mudik ke desa untuk bersilaturahmi ke saudara tua. Namun tidak seperti kebanyakan orang juga, yang berpendapat bahwa untuk menyempurnakan lebaran –bijaknya dengan menyantap opor ayam dan ketupat, saya malah menyempurnakaannya dengan mengolah dan menikmati kopi bikinan sendiri. Yup.. momen tersebut saya pergunakan untuk mencari green-bean lokal super (jenisnya saya tidak paham betul, maklum saya masih katrok), untuk dipanggang / menjadi roasted-bean. Alat yang saya gunakan untuk memanggang mirip seperti oven tradisional –bikinan sendiri juga, yang sudah saya rancang sedemikian rupa agar aroma khas coklat pada biji kopi –tidak menguap selanjutnya saya tumbuk sampai menjadi serbuk kopi / kopi siap saji.

Dan berikut tips menyajikan kopi ala saya pribadi :

1. Sebelum disajikan, simpan kopi dalam freezer selama 24 jam untuk menurunkan suhu kopi –yang telah gosong setelah proses panggang dan mengembalikan aromanya ke kondisi aslinya (setidaknya mirip aroma green-bean).

2. Masak air sampai benar-benar mendidih (100­­­­­­­0C), kemudian segera tuang ke dalam gelas yang sudah terisi kopi (dari freezer) secukupnya (tergantung selera). Baru kemudian tambahkan gula bila suka disajikan manis.

3. Aduk dengan cepat, minimal 50 putaran sendok. Untuk memastikan blending yang sempurna antara kopi dengan air mendidih.

4. Nikmati kopi setelah makan siang. Karena siang adalah waktu yang terbaik untuk meminum kopi. Konon kata pak dokter untuk mengurangi resiko / efek samping caffeine. (maaf penjelasan masuk akal lainnya saya lupa.. hehe..)

Sedikit catatan, jika tidak ada freezer, kopi boleh disimpan di suhu kamar. Asal ketika penyajian jangan menggunakan air mendidih, tunggu suhunya turun terlebih dahulu hingga kira-kira 85­­0C atau sekitar 5 menit setelah mendidih. Karena sebelumnya kopi sudah matang dan cenderung gosong jika suhunya dipaksa 1000C. dan tentunya anda tidak menginginkan rasa yang hambar dan datar, bukan??

Last, desa adalah tempat terindah untuk bersantai menikmati kopi. Dan selalu ingat filosofi orang tua bahwa ”Hidup di dunia ini singkat, hanya untuk mampir minum saja..”

0 comments: