Senin, 20 Juli 2009

Kontes Popularitas Terbaru

Apakah itu? Dimana dan kapan kita bisa menontonnya?? Mudah, dan kita sebenarnya sudah terlalu sering menontonnya. Yup, dalam acara ”Menuju Puncak, Kemilau Cahaya..”. Para peserta terdiri dari Mbak Mega-pro, Mas SBY Berbudi, dan Mas JK-Win. Dengan 1 (satu) dewan juri Mas EmKa, dan dua juri pendamping, Mbak TV-One dan Mas Metro. Dan tentu saja penilaian akan berdasarkan poling SMS dari pemirsa, melalui layanan provider baru : PEMILU seri 2009 (perlu diketahui bahwa provider ini diasuh oleh KPU).

Acara ini masih tergolong baru, masih 2 (dua) kali tayang / musim. Jadi kalau ada kecacatan atau ketidak-sempurnaan penyelenggaraan, maka maklumlah untuk dimohonkan ampun kepada seluruh pemirsa setia se-tanah air.

Untuk sekuelnya kali ini memang banyak sekali pro dan kontra yang muncul, mulai dari masalah persaingan antar peserta sampai masalah internal seperti DPT (Daftar Pelanggan Tetap dari provider PEMILU seri 2009). Yak!! Padahal acaranya sendiri sebenarnya telah berakhir, namun untuk menetapkan juaranya ini yang sangat rumit dan bertele-tele. Kenapa? Kok bisa begitu?? Maklum satu musimnya berdurasi hingga 5 (lima) tahun, jadi perjuangan masing-masing peserta akan dirasa belum cukup, jika mereka berada diatas panggung dengan waktu karantina –kurang/lebih 1 (satu) bulan saja. Satu putaran atau mungkin dua putaran??!

Satu putaran kontes ini dimenangkan mutlak oleh Mas SBY Berbudi, namun Mbak Mega-pro dan Mas JK-Win masih diperbolehkan untuk berjuang guna mendapatkan ’keadilan’ dan ’kebenaran’. Hasilnya?? Wah, menurut saya niat ataupun usaha guna mewujudkan keadilan, kebenaran dan demokrasi adalah sesuatu yang layak diacungi jempol, namun seharusnya tidak perlu sedemikian tegas dan ulet. Karena kontes semacam ini memang hanya dinilai oleh SMS dari pemirsa saja, artinya kebenaran, keadilan ataupun demokrasi tidak dinilai ataupun ditangapi secara serius. Bagaimana tidak, lihat saja di dalam kontes ini, suara seorang pakar hebat atau kyai memiliki nilai yang sama dengan suara anak ingusan –kemarin sore. Iya kan??

Saya yakin Mbak Mega-pro dan Mas JK-Win salah persepsi sebelumnya, karena untuk menjadi hebat dan menjadi hero atas bangsa Indonesia –tidaklah cukup hanya dengan mengikuti kontes semacam ini. But who knows?? Mungkin bisa dikatakan, mereka mengikuti kontes ini sebagai batu loncatan –for applying higher position to heaven. Sebenarnya tanpa ikut serta kontes ini, saya yakin bangsa Indonesia tetap menghargai dan menghormati anda, Mbak Mega-pro dan Mas JK-Win, sebagai tokoh negarawan yang cinta tanah air dan rela berkorban demi nusa dan bangsa.

Lain halnya dengan Mas SBY Berbudi, beliau telah mempersiapkan semua tim pemenangannya dengan cukup matang dan tangguh. Sampai-sampai beliau rela meluangkan waktunya untuk kursus kepribadian dan kursus Anger Management guna mendapat simpati dari pemirsa. Beliau terlihat sekali ambisius dan tendensius mengarungi kontes ini, hingga akhrinya mampu memenangi satu putarannya.

Kalau boleh saya berkomentar sedikit, Mbak Mega-pro dan Mas JK-Win harusnya mampu juga meluangkan waktu guna ikut kursus-kursus terkait. Kenapa?? Karena dengan mengandalkan konsep sukses dan sistem pemerintahan hebat saja –tidaklah cukup. Anda harus mampu mengambil hati pemirsa, pimp your style, bila perlu lakukanlah akting dan bernyanyi di sejumlah stasiun televisi. Ikut sinetron stripping, bintang iklan atau bikin jingle untuk RBT. Saya yakin kedepannya anda pasti sukses.

Dan sebagai pemirsa setia, saya mencoba memberi catatan bodoh saya untuk berbagi dengan anda, kriteria menjadi pemenang di kontes popularitas :
(Sumber adalah pengamatan intensif terhadap acara popularitas-popularitas lain yang terkenal)

- Sebagai peserta, anda harus dari keluarga yang sederhana (dari keluarga kurang mampu, malah lebih bagus) karena jaman sekarang ’orang miskin’ laris manis untuk dijadikan bintang TV / tontonan. Usahakan agar kekayaan anda tidak lebih dari 7 milliar rupiah.

- Memiliki wajah yang ’rapuh’ atau mudah nangis, minimal mata anda selalu berkaca-kaca ketika berbicara, guna mengundang simpati pemirsa.

- Mampu berakting manis dengan gesture yang santun, gemulai, dan teratur.

- Memiliki warna suara yang tegas, kenapa?? Agar kalau telp-telponan dengan antar pemenang dari negara lain –terlihat gagah, dan menggetarkan hati lawan.

- Berkemampuan menulis pidato yang sangat baik dan membacanya dengan teratur atau merunut.

- Usahakan selalu setia terhadap potongan rambut anda. Pastinya anda tidak ingin fans anda tidak mengenali anda di tempat umum.

- Dan lain sebagainya. . . . . . . . .(sering-sering baca Cosmopolitan atau For Him Magazine)

Demikian catatan saya, semoga dapat disikapi dengan bijak. My resourses are classified, not tolerable or confrontation could be made.

0 comments: