Satu hal yang paling penting dari aspek komposisi adalah untuk menciptakan visual impact, yaitu mengekspresikan perasaan ke dalam bidang foto / frame. Misal : static-impression atau ketenangan, surprise-thing, perbedaan, eksentrisitas, dsb –sesuai dengan apa yang ingin anda tampilkan.
Menurut beberapa pakar fotografi, biasanya sebuah foto diharuskan untuk mempunyai ’irama’, atau biasanya hal ini dapat dimunculkan dengan sentuhan beberapa object that repeatedly-duplicated (perulangan suatu obyek yang berukuran lebih kecil), untuk mempresentasikan alur ekspresi di dalam frame.
Dibawah ini adalah beberapa elemen dasar untuk penyusunan komposisi :
(ref link)
1. Mass
Obyek yang seragam, seperti pepohonan, rumah-rumah, pegunungan, danau, dsb. Keseragaman beberapa obyek inilah yang harus disiasati seorang fotografer agar nampak ‘indah’.
a. Formal balance, atau sering disebut ‘keseragaman yang seimbang’ / classical-balance. Perbandingan antara masing-masing sisi bisa dikatakan ‘sama’ atau simetris, misalkan pada foto sebuah gedung –yang terkesan simetris. Beberapa orang mungkin akan menganggap ’boring after the first look’, jadi seharusnya anda sudah memiliki alasan yang kuat sebelum menyajikan komposisi ini.
b. Informal balance, yup, kebalikan dari formal balance, dimana keseimbangan tidak tercapai dalam frame, nyeleneh. Penyiasatan yang biasa dilakukan oleh beberapa fotografer adalah dengan menggabungkannya dengan sebuah obyek yang lebih kecil. Atau dengan menyajikannya –lebih menarik menggunakan lensa wide dan beberapa unique-angle untuk memperoleh ’efek mata ikan’ yang sempurna.
2. Line
Secara umum, seorang fotografer menggunakan garis-garis untuk membentuk kesan dalam / depth-of-impression dan untuk menunjukkan suatu ‘pergerakan / aliran’ dalam sebuah frame. Garis disini bisa berupa ‘garis lurus’, lingkaran, ataupun kurva.
3. ShapeSalah satu rumus sederhana untuk mendapatkan hasil foto yang menarik adalah dengan memberikan sebuah prioritas ‘shape’ pada-nya. Dimana ‘shape’ akan lebih mencolok jika di ‘pisah’ dari sekelilingnya. Hanya dengan menciptakan kontras antara ‘shape’ dengan lingkungannya, baik berupa pembedaan gelap-terang ataupun tone warna.
4. Form
Dengan mendefinisikan sebuah ‘shape’ adalah obyek, maka kita dapat menjadikannya berbentuk atau mengesankan berdimensi –padanya. Hal ini adalah faktor utama untuk mendapatkan ‘depth impression’ dan realitas. Kualitas ini dapat dicapai dengan pemberian cahaya dan tone warna yang sesuai dengan keadaan cahaya dan refleksinya.
5. Texture
Fungsi daripada tekstur adalah untuk menambahkan dan pendetilan pada ‘image’. Biasanya tekstur secara alami timbul akibat perbedaan terang pada obyek, tergantung pada area yang terkena cahaya langsung ataupun tidak langsung.
6. PatternAdalah penduplikasian daripada ‘shape’, garis dan warna, dimana dapat menampilkan ritme dan harmonisasi pada sebuah hasil foto. Dengan catatan, penduplikasian tersebut harus dibatasi, baik dengan teknik cropping ataupun penggunaan teknik sudut pandang kamera.
0 comments:
Poskan Komentar