Director : Michael Bay
Writer : Ehren Kruger, Roberto Orci
Release Date : 24 june 2009 (Indonesia)
Genre : Action, Adventure, Sci-fi
Cast : Shia LeBeouf, Megan Fox, Josh Duhamel, more
(See thriller, bottom of page)


Sebelumnya saya akan menggaris bawahi, bahwa saya tidak akan menceritakan sinopsisnya di bawah ini, yang pasti ini bukan spoiler. Saya hanya ingin berbagi dan minta masukan saja, karena sampai saat ini (setelah nonton premiere) saya masih melongo, heran, gelisah dan masih merasa tidak terima dengan michael bay’s treatment.
Apa sih yang diinginkan oleh Michael Bay? Dimana koreografi, editing, ploting dan alurnya?? Ataukah ia hanya ingin menampilkan ”Duar.. duar.. duar.. duar.. boom.. prett!!”?? Bingung. Apakah saya harus menjadi anak kecil untuk menikmatinya? Tidak, karena ada ’tits’ and ’ass’. Apakah harus jadi remaja? Mungkin, karena film hanya ini mengeksploitasi ’boy’s toys’.. Yang pasti saya belum bisa memposisikan diri, dari sudut pandang mana –yang harus dipakai.. Sejauh ini dipikiran saya, terpampang, ”it’s another american’s pie”. Bukan summer movie yang saya idam-idamkan.
Namun, yang pasti dari film ini saya bisa mencatat beberapa hal, seperti dibawah ini :
1. It just an art movie. Yup, memang benar film ini adalah masterpiece. High-budget dipadu dengan CG yang kemilau, mampu memperlihatkan dimensi baru diluar kebiasaan. Jadi jangan menaruh ekspektasi berlebih pada cerita dan characters building seperti saya, enjoy aja jika anda ’deal’ dengan hal itu.
2. Film ini hanya ditujukan untuk remaja 18 tahun kebawah –berstandar Amerika. Jadi jika anda tidak happenning dengan style remaja amerika, lebih baik tidak usah ikut-ikutan nonton daripada nanti anda hanya akan mencibir belaka. Jika maksa nonton, saran saya gunakan popok dan lolypop, ’cause it just another saturday morning cartoon kind of way.
3. Applause buat Megan Fox, gak rugi dia dijuluki wanita terseksi di bumi dan se-cybertron. Hampir semua potongan tubuhnya di-ekspos dengan indah dan penuh seni. Bagi pecinta wanita di dunia, saksikan ‘tits’ dan ‘ass’-nya megan fox, pasti anda akan terpukau. Khusus dewasa!!.
4. Bigger, Longer, Louder. . . tapi tidak lebih baik dari yang pertama. Cerita dan karakter tokohnya tetap berlebihan, aksi dan visualnya –lumayan nambah dikit sekaligus pengurangan dikit di masing-masing adegan, rasa dan experience-nya –bagi saya tetap sama. Jadi gak usah menyikapi secara berlebihan seperti layaknya mamandang ’Twilight’.
5. Sedikit spoiler, “Ironhide dan Ratchet VS Bumblebee dan The twins”. Maksud saya, sekarang adalah giliran show-off bagi bumblebee dan the twins. Ironhide dan rachet mungkin terlalu capek bertarung di prekuel-nya. Oh ya, bagi yang belum nonton, the twins adalah gantinya jazz, dengan persamaan karakter yang sama-sama tengil.
Last, saran saya tonton prekuelnya terlebih dahulu untuk membentuk opini awal anda. Agar tidak terganggu dengan spoilers, karena bagus atau jeleknya film ini tergantung penyikapan anda sendiri. Bagi saya yang penting –saya telah menjadi bagian sejarah film ini. Walaupun hasil akhirnya, tetap membikin saya pusing 99 keliling.. ’cause I deserve a better class of summer movie this year. FiiuuuHhh...
0 comments:
Poskan Komentar