Selasa, 30 Juni 2009

Street Fighter : The Legend of Chun-Li

Hyde-Park

Director : Andrzej Bartkowiak
Writer : Justin Marks (adaptation)
Release Date : 27 February 2009 (USA)
Genre : Jack-ass
Cast : Kristin Kreuk, Chris klein, Robin Shou, more

Overall : 3 of 10
Inilah film ‘kampungan’ yang pernah saya tonton, sepanjang hidup, sepanjang saya nonton di bioskop. Bayangkan saja satu dari dua teman saya yang nonton bareng di bioskop, malah ketiduran sejak menit ke 15 sampai akhir film. Sedangkan saya dan teman saya yang lain, tertawa dan mencaci maki film ini sampai akhir. Dan tujuan review film ini hanyalah sebagai catatan sharing agar nantinya anak bangsa tidak mencontoh dan membuat film ‘kampungan’ seperti ini. Berikut catatan saya :

1. Karakter Utama / ‘Lakon’:

- Chun-li : blasteran China dan Amerika, diperankan Kristin Kreuk. Karakternya dan action lumayan tanpa cacat, hanya saja jurus andalannya yaitu split-terbalik-terus memutar dihubung-hubungkan dengan ”liontin yang bisa memutar” –yang diberi oleh ayahnya semenjak dia kecil. Selain itu dia punya jurus ho-nyu-kid-nya Ryu dan Ken (seperti games).

Tujuan hidupnya adalah membebaskan ayahnya yang diculik Bison, sejak dia masih kecil.

- Ayahnya Chun-li : Seorang pengusaha, titik!!, tidak usah ditanya pengusaha apa, yang pasti ia cukup berharga hingga Bison rela meluangkan waktu untuk menculiknya. Dan tidak diceritakan seberapa berharganya dia bagi Bison (tujuan diculiknya pun emboh, Bison tidak menggunakannya untuk keperluan apapun).

- Charlie Nash : seorang agen interpol yang ’gak jelas’, tidak ada partner, tidak diceritakan punya atasan, dsb –pokoknya ’gak jelas’. Dan sepanjang film ia tidak pernah bertarung langsung ataupun menembak jatuh musuh-musuhnya. Hanya berspesialisasi sebagai penguntit jendral Bison saja.

- Det. Maya : detektif bangkok yang ’gak jelas’ juga, tidak diceritakan punya atasan atupun bawahan. Dia juga tidak pernah bertarung ataupun menembakkan satu kali pelurunya, padahal awal munculnya dia kelihatan sangar, persis seperti Lana Croft –naik motor gedhe segala.

Pernah suatu ketika, kantornya disuruh tutup oleh Bison (aneh kan?? Dan benar-benar ditutup, gulung tikar), namun pas film mau kelar dia bisa mengkomando puluhan CIA untuk ikut serta membantu misinya chun-li dan charlie. Selanjutnya pas dia mau action, lha kok dada kirinya keburu ketembak, ya terpaksa dilarikan ke rumah sakit deh. Lucu kan??

- Gen : kelihatannya sih dia itu ”ken”. Ia adalah pemimpin pergerakan proletar ’spiderweb’ di Bangkok. Namun hidupnya malah mirip petapa saja. Bayangkan kalau ia adalah pemimpin pergerakan, paling tidak ia punya anak buah, atau murid lain sebelum Chun-li. Nyatanya tidak demikian!! Ruang martial art-nya yang dipenuhi senjata-senjata kung-fu pun dibiarkan kosong, tidak ada anggota perkumpulan yang sibuk berlatih.

Visi dan misinya Gen pun tidak jelas, yang penting dia nglatih Chun-li agar bisa mengalahkan Bison, cukup itu saja. Padahal beda kekuatan Chun-li dan Gen hampir bisa dipastikan ”tidak ada”!!, terus kenapa harus Chun-li yang bisa membunuh Bison. Gen lho masih muda dan gagah, bukan petapa yang sudah tua, seharusnya dia kan juga bisa, gak harus nunggu Chun-li berilmu terlebih dahulu.

2. Karakter Musuh :

- Bison : Penjahat jalanan yang berubah menjadi penjahat profesional, dan berencana menguasai dunia. Namun tujuannya terhenti gara-gara dia harus membangun istana-nya terlebih dahulu di Thailand. Mengapa di Thailand?? Dan mengapa harus segera membangun istana terlebih dahulu?? Pertama, karena Thailand adalah kota kelahirannya dan yang kedua, karena anak kesayangannya mau datang, jadi ya mau-tidak-mau harus mbikin istana buat anaknya dulu.

Di awal film, diceritakan ia ingin membunuh ayahnya Chun-li namun tidak jadi, gara-gara tidak diperbolehkan oleh Chun-li kecil. Ya wes akhirnya cukup menculik ayahnya Chun-Li saja. (kalau point ini tidak sama seperti yang saya tulis diawal, ya memang seperti ini kondisi filmnya, tidak ada tautan antar karakter yang jelas!! Sehingga sayapun bingung harus mulai darimana)

- Ballrog : Tangan kanannya Bison. Dan dia bukan petinju seperti di games-nya, tapi seorang pegulat. Tidak ada yang lucu di karakter ini, jadi tidak ada yang bisa diceritakan.

- Vega : Finishernya Bison, dan karakter ini memuakkan. Pakaiannya ala ninja, setelan hitam-hitam, tapi topeng dan pakaiannya kelihatan kedodoran. Kalau gak salah, topeng besi-nya mirip topeng karetnya Scream atau Scary Movie. Mungkin cetakannya sama.

- Rose : anak kesayangannya Bison. Bukan banci tampil dan sedikit ngomong. Mungkin agak idiot atau pendiam, yang pasti saya tidak tahu banyak. Bayangkan saja pas dia ngelihat ayahnya dibunuh Chun-li didepannya, mukanya dingin tanpa ekspresi, tanpa sepatah kata, nangis-pun tidak, apalagi teriak histeris. Fiiuuhh..

3. Kejadian ‘LUCU’ :

- Penguntitan yang dilakukan Charlie dan Maya : Persis seperti penguntitan Mandala dan Panda dalam tim “Termehek-mehek”, padahal yang dikuntit ini lho Bison ataupun Balrog, mbok ya pakai pelacak atau apa kek. Walhasil dalam suatu kesempatan, mereka salah kuntit Balrog!! Mereka salah nguntit mobil yang ditumpangi Balrog.

- Chun-Li versus Vega : Ketika bertarung, topeng vega terbuka, dan Chun-li pun berkata,”Saya juga malu, jika punya wajah seperti itu!!”. Dan tahu tidak, Vega menutupi wajahnya dengan topeng karena memang terkenal akan ‘kecantikannya’ (sebagai cowok dia malu). Akan tetapi, disini yang berperan sebagai vega adalah Taboo-nya Black Eyed Peas, dengan rambut rebounding-nya terurai dan wajahnya yang tidak nampak cacat sedikitpun. Terbayang kan??!! Kontan pada waktu itu saya tertawa sedih, “apa-apa’an film ini”.

- Adegan kejar-kejaran di pasar tradisional : Chun-Li dikejar oleh Balrog, dan Balrog dikejar-kejar oleh para pedagang. Pas ketiga-tiganya ketemu di perempatan jalan, saya mengharapkan kejadian akan bertambah seru, akan tetapi Balrog keburu berujar “Ok, lain kali saja kita selesaikan”. Itu setelah anak buahnya berhasil menembak perut kiri Chun-Li.

- Pengobatan yang dilakukan Gen terhadap Chun-Li : Dimana yang diobati Gen adalah luka goresan di tangan kanan Chun-Li saja, itupun dengan bantuan tenaga dalam (padahal cuma luka goresan). Terus luka tembak di perut Chun-Li ???! Emboh, entah sengaja tidak diceritakan atau sengaja di-sensor, saya tidak tahu. Yang pasti keesokan harinya Chun-li sudah sehat seperti sedia kala.

- Bison menyembunyikan anaknya ketika diserang ’Para Lakon’ : Bison menyembunyikan anaknya di satu tempat yang mudah dijangkau ’para lakon’. Di sebuah kamar dan hanya ada satu pengawal yang ditugasi untuk menjaga anaknya. Selanjutnya di bertarung sendirian dengan ’Para Lakon’. Bodoh kan?? Padahal ini lho anaknya yang dari awal di-gembor-gemborkan bahwa ia sangat sayang kepadanya, sampai-sampai untuk mendatangkan anaknya ke Thailand pun pakai Operasi Rahasia, banyak pengawalan tentara, dan terencana pula. Mbok ya dikirim ke Hotel yang jauuuuh, atau ngapain lah yang penting it’s worth. Dan kalau anda tanya kenapa anaknya sebegitu penting, saya hanya bisa jawab ’emboh yo’. Padahal sungguh ironis, ’Para Lakon’ sejak dari awal tidak punya misi atau niatan untuk mengambil anaknya Bison. Lho??

That’s it. Sebenarnya banyak yang bisa saya ceritakan, namun tidak perlu sedetil itu. Lebih baik anda tonton sendiri, dengan catatan jangan pakai niatan untuk menikmatinya. Cukup sebagai referensi pembelajaran saja. Sesuatu yang burukpun bisa saja menguntungkan dan menguatkan kita, karena tidak ada sesuatupun di dunia ini yang sia-sia.

Padahal kalau saja sang filmaker bisa bijak dalam menentukan sasaran, mungkin khusus anak-anak, alangkah baiknya di-set seperti Dragonball Evolution, atau Mortal Kombat pada jaman dulu. Tidak nanggung seperti ini.

0 comments: